WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan masih terus bermunculan di sejumlah wilayah.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mendirikan lima posko lapangan, di kawasan yang menjadi prioritas penanganan agar kebakaran dapat segera diatasi sebelum meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan berdasarkan data yang dihimpun, hingga saat ini tercatat sekitar 500 kejadian karhutla di Kalimantan Selatan.

”Memang sampai dengan saat ini di Kalimantan Selatan terbanyak masih di wilayah Banjarbaru, sesuai dengan area prioritas kita. Memang daerah Banjarbaru itu masuk dalam area prioritas penanganan,” ujarnya, Sabtu (01/08/2026).

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kalsel menempatkan lima posko lapangan di sejumlah titik strategis. 

Salah satunya berada di Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. 

”Termasuk di sini merupakan pos pantau dari Posko Lapangan Pengayuan, yang ditempatkan di area Ring 1 wilayah prioritas penanganan karhutla,” ungkapnya.

Baca Juga: Pantau Karhutla Kalsel, Menko Polhukam Optimistis Kebakaran Bisa Dikendalikan

Baca Juga: Karhutla Banjarbaru Capai 621 Hektare, Landasan Ulin Jadi Wilayah Terparah

Ronny menjelaskan, ratusan kejadian karhutla yang tercatat hingga saat ini seluruhnya berhasil dita

ngani petugas, termasuk kebakaran yang terjadi di sekitar lokasi posko pengayuan pada pukul 11.37 Wita tadi.

”Alhamdulillah semuanya sudah berhasil diatasi, termasuk juga yang terjadi di belakang kita ini memang baru saja,” jelasnya.

Menurut Ronny, kawasan tersebut dipilih sebagai lokasi posko karena memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. 

Terlebih pada siang hari, saat suhu permukaan mulai meningkat. 

”Memang daerah sini fenomenanya sekitar jam 10 sampai 11 siang, suhu permukaan meningkat sehingga rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pola sebaran karhutla tahun ini juga mengalami perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Jika sebelumnya wilayah utara Banjarbaru menjadi kawasan yang paling rawan, kini kebakaran lebih dahulu banyak terjadi di wilayah selatan.