WARTABANJAR.COM, BALIPKPAPAN - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur tengah mencari tempat untuk relokasi pedagang korban kebakaran Pasar Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan, yang terbakar pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 06.50 Wita.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan jumlah kios yang rusak untuk menentukan langkah penanganan bagi pedagang terdampak.

Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam akun instagramnya, kebakaran yang berhasil ditangani sekitar pukul 09.55 Wita itu menghanguskan sekitar 230 petak kios.

Sebagai solusi sementara, Umar mengatakan pihaknya mempertimbangkan memanfaatkan los-los kosong yang masih tersedia di dalam Pasar Sepinggan agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan.

"Akan kami lihat kondisinya. Kalau memungkinkan, pedagang bisa menempati los-los kosong yang masih tersedia," ungkap Haemusri.

Baca juga: Api Berkobar di Jalan Tembus Mantuil Gang Gandapura Banjarmasin

Pasar Sepinggan merupakan salah satu pasar tertua di kota minyak ini karena berdiri sejak era 1970-an. 

Seiring bertambahnya usia bangunan, selama ini pasar hanya mendapatkan perawatan rutin sehingga diperlukan pembenahan yang lebih menyeluruh.

Pemerintah kota telah memasukkan revitalisasi Pasar Sepinggan sebagai salah satu prioritas pada anggaran mendatang.

Berdasarkan keterangan pedagang, Umar menyampaikan dugaan korsleting.

Namun pemerintah kota tetap menunggu hasil investigasi.

"Kami masih melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan BPBD. Selanjutnya kami juga berkonsultasi dengan kepolisian untuk mengetahui penyebab utama kebakaran Pasar Sepinggan," ungkap Haemusri.

Baca juga: Karhutla Banjarbaru Capai 621 Hektare, Landasan Ulin Jadi Wilayah Terparah

Untuk menanggulangi kebakaran di pasar ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan menerjunkan 15 mobil pemadam.

Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dari lokasi pasar dan terlihat dari berbagai sudut Balikpapan Selatan. 

Karena kios-kios saling berdempetan dan sebagian besar berbahan kayu, api cepat menjalar sehingga proses pemadaman berlangsung sulit dan berisiko merembet ke bangunan lain.

Menurut Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, pemadaman terkendala akses yang cukup sempit, ditambah aktivitas warga yang berusaha menyelamatkan barang mereka.