Salah satu warga RT 2 Desa Handil Negara, Sriyati, menceritakan bahwa kekeringan tahun ini merupakan yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kematian ikan terjadi akibat air sawah yang mengering total.

Sriyati menegaskan bahwa fenomena kematian ikan dalam jumlah besar ini baru dirasakan masyarakat pada musim kemarau tahun ini.

"Tahun ini saja yang banyak mati ikannya, biasanya, baru mulai kemarau ikannya sudah mati," papar Sriyati.

Pola Konsumsi Warga Ikut Berubah

Melimpahnya jumlah bangkai maupun ikan segar membuat pola konsumsi warga sekitar berubah.

Sriyati yang mencari ikan di samping rumah menyebut sebagian warga memanfaatkan ikan tersebut, sementara sisanya dibuang jika tak lagi suka.

Kini, meski bau sisa bangkai ikan masih tercium tipis di sekitar persawahan perbatasan Desa Handil Negara dan Desa Padang Luas, warga terus memanfaatkan sisa-sisa genangan air di sekitar hunian panggung mereka untuk menangkap ikan segar dengan jala maupun metode mengacal. (Wartabanjar.com)