Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, GEKRAFS HST Sebut Produksi dan Penjualan Pelaku Usaha Kreatif Terganggu
Sementara itu, pelaku usaha di HST, Munir Hidayat, mengaku aktivitas usahanya sangat bergantung pada listrik sehingga pemadaman yang kerap berubah dari jadwal membuat operasional menjadi sulit diprediksi.
Menurutnya, bukan hanya proses produksi yang terganggu, tetapi juga kualitas bahan baku hingga kondisi peralatan usaha ikut terancam.
“Kami pelaku usaha kecewa karena jadwal pemadaman sering mendadak dan molor. Jualan yang mengandalkan kelistrikan mati total, operasional terganggu, bahan-bahan bisa rusak akibat pemadaman, bahkan alat yang dipakai untuk berjualan juga dapat mengalami kerusakan. Kami berharap masalah ini secepatnya diselesaikan,” ujarnya.
Munir berharap persoalan pemadaman listrik dapat segera diatasi sehingga pelaku usaha tidak lagi dibayangi ketidakpastian dalam menjalankan usahanya.(wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu