Kebut Pemulihan Listrik Kalsel, PLN Lakukan Sejumlah Perbaikan Stator Generator di PLTU Asam-asam
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- PT PLN (Persero) UBP PLTU Asam-Asam membenarkan adanya kerusakan teknis pada unit pembangkit yang memicu defisit pasokan listrik di wilayah Kalimantan Selatan.
Meski demikian, langkah pemulihan dan penambahan pasokan pendukung yang dilakukan, agar pemadaman listrik bergilir dapat dipangkas secara signifikan, menjadi jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Senior Manager UBP PLTU Asam-Asam, Fajar Pamujianto dalam siaran pers pada Rabu (29/7/2026), mengungkapkan bahwa gangguan tersebut bersumber dari kerusakan pembumian (Earth Fault) pada Stator Generator.
Kerusakan internal ini terdeteksi sejak 23 Juli 2026 melalui aktivasi sistem proteksi otomatis.
Ia mengatakan, pengujian tahanan isolasi dengan tegangan 5 kVDC memastikan terjadi hubung singkat (Short to Ground) pada Fasa R dengan nilai resistansi di bawah 10K, sementara Fasa S dan T normal.
Setelah pendinginan unit (cooling down) selama tiga hari, tim teknik berhasil menarik rotor (pull-out rotor) pada 27 Juli 2026 pukul 17.57 WITA.
Dari proses tersebut, lokasi kerusakan fisik ditemukan tepat pada Top Coil No. 71 Stator Generator.
Saat ini, perbaikan dilakukan melalui pelepasan ikatan (unbrazing) pada coil yang rusak dan penyesuaian coil spare pengganti.
Ditargetkan Rampung 25 Agustus 2026
Seluruh proses perbaikan hingga pengujian akhir (commissioning test) ditargetkan selesai paling lambat 25 Agustus 2026.
Untuk menekan defisit daya selama masa perbaikan, PLN telah mengoperasikan kembali PLTU TPI #2 (100 MW) yang masuk ke sistem dengan beban awal 29 MW, sehingga menekan defisit daya dari 254 MW menjadi 154 MW.
"Selain itu, pasokan gas PLTMG Bangkanai dinaikkan dari 22 menjadi 25 BBTUD guna menyuplai tambahan 36 MW," kata Fajar.
Langkah itu disusul dengan percepatan pembangkit sewa 15 MW di GI Trisakti sebelum 17 Agustus 2026 dan rencana penambahan daya temporer tahap dua sebesar 120 MW. (wartabanjar.com/*)
Editor: Yayu