Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan bahwa penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan terjadi akibat gangguan generator di PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP).

Kondisi tersebut mengakibatkan terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur pada wilayah tertentu selama proses pemulihan berlangsung,” jelas Iwan dalam keterangan resminya.

PLN bersama seluruh pemangku kepentingan, lanjutnya, terus mempercepat proses pemulihan dengan mengerahkan personel serta sumber daya terbaik agar seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan dapat segera kembali beroperasi.

PLN juga mengajak masyarakat menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, dengan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur penggunaan pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta memanfaatkan peralatan listrik hemat energi.

Menurut PLN, partisipasi masyarakat dalam menghemat konsumsi listrik selama masa pemulihan akan membantu menjaga kestabilan sistem hingga seluruh pembangkit kembali beroperasi normal. Perkembangan proses pemulihan akan terus disampaikan melalui kanal resmi PLN. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)

Editor Restu