“Sejujurnya, saya tidak punya waktu lagi untuk disia-siakan,” ucap Acosta.
“Saya punya banyak pengalaman di KTM, tetapi saya juga merasa bahwa (Ducati) adalah tantangan yang saya butuhkan untuk karier saya,” tambahnya.
Potensi besar Acosta telah terbukti dengan menjadi yang terbaik bagi KTM dalam tiga musim terakhir MotoGP.
Pit Beirer selaku bos KTM pun mengakui, timnya sempat kecewa dengan kepergian Acosta.
“Kami harus menerima kenyataan bahwa Pedro ingin meninggalkan kami, karena dia sudah begitu lama bersama kami: Rookies Cup, juara dunia Moto3, juara dunia Moto2, patah kaki, kembali lagi; begitu banyak hal yang telah kami lalui bersama,” kata Beirer kepada MotoGP.com.
“Kami hanya membangun proyek ini bersama dengannya sebagai seorang pembalap. Tetapi seperti biasa, hidup terus berjalan. Ada satu momen yang jujur sangat membuat frustrasi karena kami tidak pernah merencanakan pengganti. Kami menaruh semua harapan padanya.”
“Namun seperti biasa, jika satu pintu tertutup, pintu lain akan terbuka, dan kemudian kita bisa melihat bahwa kedua pembalap ini (Alex Marquez dan Fabio di Giannantonio) berkembang sangat pesat,” paparnya.
Acosta juga meyakini KTM akan tetap berada di jalur kemenangan dengan bergabungnya Alex dan Diggia.
“Mereka membawa juara dunia (Moto2), Alex, dan seorang pembalap yang saat ini menjadi orang nomor dua di Ducati (Di Giannantonio),” ucap Acosta.
“Mereka memiliki kartu bagus untuk dimainkan tahun depan,” pungkasnya. (Wartabanjar.com)







