Namun, realitas skuad di timnas Italia saat ini sangat berbeda. Talenta-talenta yang ada kini lebih sedikit dibanding sebelumnya.
Dan Liga Italia pun tidak lagi menghasilkan pemain-pemain dalam jumlah yang sama, yang mampu memimpin sebuah proyek sepak bola modern.
Kondisi inilah yang membuat penerapan gagasan-gagasan Guardiola, menjadi tugas yang sangat rumit.
Bukan suatu kebetulan bahwa keberhasilan-keberhasilan terbesarnya datang bersama generasi-generasi yang luar biasa; dimulai dari Barcelona yang memiliki Xavi, Iniesta, dan Messi.
Hal itu berlanjut ke Bayern Munich yang penuh dengan bintang, hingga Manchester City di mana ia mendapatkan segala yang dibutuhkannya dari sisi transfer dan sumber daya. (Wartabanjar.com)







