Menurutnya, wajah baru Pasar Bangkit Jangkung diharapkan mampu mengubah citra pasar tradisional yang selama ini identik dengan kondisi becek dan kumuh menjadi kawasan perdagangan yang tertata, bersih, dan representatif.

"Kami ingin mengubah citra pasar tradisional menjadi pasar yang layak, tertata, dan representatif melalui semangat Pasar Bangkit Jangkung," ujar Bupati yang akrab disapa H Fani.

Ia juga mengapresiasi inovasi "Pasar Bangkit" yang digagas DKUPP Tabalong. Inovasi tersebut merupakan akronim dari Bersih, Aman, Nyaman, dan Produktif, sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dengan KDKMP sebagai pengelola pasar.

Menurut H Fani, sinergi tersebut tidak hanya bertujuan menjaga keberlanjutan pengelolaan pasar, tetapi juga membuka peluang pengembangan kapasitas koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Selain menjadi pusat perdagangan, Pasar Bangkit Jangkung juga dirancang dengan konsep ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan.

"Pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi saat hari pasar, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, budaya, keagamaan, hingga pendidikan," katanya. (wartabanjar.com/Suhardi).

Editor Restu