Belasan Siswa Atlet SMAN 2 Banjarmasin Tidak Naik Kelas, Dispora Kalsel: Mental Atlet Binaan Kami Jadi Terganggu
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel menyayangkan sikap pengelola SMAN 2 Banjarmasin yang tidak menaikkelaskan belasan siswa atlet di sekolah tersebut.
Pasalnya, di antara siswa atlet atau atlet pelajar yang masuk lewat jalur Kelas Khusus Olahraga (KKO) itu ada yang sedang dalam masa persiapan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Palembang, Sumsel.
"Dengan masalah ini mental atlet binaan kami jadi terganggu. Padahal tidak lama lagi mereka akan ke Palembang untuk kejuaraan nasional sehingga harus fokus latihan," ujar Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel, Asfia Urrahman, Selasa (21/7/2026).
Belasan siswa atlet yang berada di SMAN 2 Banjarmasin, pada tahun ajaran 2026/2027 ini dinyatakan tidak naik kelas.
Menurut Asisten Kehumasan Bidang Komunikasi dan Kemitraan SMAN 2 Banjarmasin, Rano Welum mengatakan mereka tidak naik kelas karena nilai akademiknya tidak memenuhi syarat kenaikan.
Selain itu, lanjutnya, mereka kerap tidak melaksanakan tugas yang diberikan guru.
Menurut Rano, meski siswa jalur KKO, mereka harus tetap memperhatikan keseimbangan antara kegiatan sebagai atlet dan tugas akademik.
“Oke (mereka) siswa atlet berprestasi. Tapi kami juga punya aturan terkait tugas, absensi. Banyak hal yang pada prinsipnya harus seimbang,” ucapnya.
Baca Juga: Belasan Siswa Atlet SMAN 2 Banjarmasin Tidak Naik Kelas, Orang Tua: Apa Bedanya dengan Reguler?
Baca Juga: Ketua KONI Ngaku Tak Tahu, Belasan Siswa Atlet di SMAN 2 Banjarmasin Tidak Naik Kelas
Sebanyak 5 dari belasan siswa atlet di SMAN 2 Banjarmasin adalah binaan Dispora Kalsel.
Siswa KKO itu adalah atlet beladiri sambo, angkat besi dan dayung.
Diungkapkan Asfia Urrahman, Dispora dan Disdik Kalsel telah melakuan pertemuan dengan pihak SMAN 2 Banjarmasin untuk mencari solusi terhadap masalah itu.
Namun, pihak SMAN Banjarmasin bersikukuh tidak menaikkelaskan mereka.
Akhirnya, para siswa atlet yang telah mengharumkan nama daerah melalui olahraga ini akan dipindah ke sekolah lain.
"Jadi, kami akhirnya mencari solusi untuk dipindahkan ke sekolah lain supaya tetap bisa naik kelas," kata Asfia.