23 SD di Kabupaten Banjar Terima 350 Laptop, Siap Perkuat ANBK dan Pembelajaran Digital
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Sebanyak 23 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Banjar kini telah menerima bantuan laptop untuk mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga pembelajaran digital.
Sebanyak 350 unit laptop telah didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima yang tersebar di sembilan kecamatan sebagai bagian dari pengadaan 566 unit laptop pada Tahun Anggaran 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Mahriansyah, memastikan seluruh proses penyaluran laptop untuk jenjang SD telah rampung.
”Alhamdulillah, untuk jenjang SD seluruh proses penyaluran telah selesai dan perangkat telah diterima dengan baik oleh 23 sekolah penerima,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).
Jumlah laptop yang diterima setiap sekolah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
”Rata-rata setiap sekolah memperoleh 15 unit laptop, sedangkan beberapa sekolah menerima 16 unit menyesuaikan jumlah rombongan belajar,” tambahnya.
Sebelum menetapkan sekolah penerima, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar terlebih dahulu memetakan kebutuhan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di setiap sekolah.
”Distribusi dilakukan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan sehingga penyalurannya bisa dilakukan secara proporsional,” jelas Mahriansyah.
BACA JUGA: Ratusan Sekolah di Kabupaten Banjar Terendam Banjir, ini Kata Kepala Dinas Pendidikan
Kecamatan Sungai Tabuk menjadi wilayah dengan alokasi terbanyak, yakni 76 unit untuk lima sekolah.
Penyaluran juga menjangkau sekolah di Kecamatan Simpang Empat, Pengaron, Sungai Pinang, Astambul, Mataraman, Tatah Makmur, Cintapuri Darussalam, Sambung Makmur, serta sejumlah kecamatan lainnya.
Laptop tersebut diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan ANBK, TKA, sekaligus memperkuat pembelajaran digital di sekolah.
”Perangkat ini diprioritaskan untuk menerapkan implementasi pembelajaran digital dalam Kurikulum Merdeka, hingga mendukung administrasi sekolah berbasis teknologi,” ungkapnya.
Selain mendukung proses belajar mengajar, pengadaan perangkat juga mengikuti ketentuan penggunaan produk dalam negeri.