Bangun Minat Baca Anak Sejak Dini, Murakata Mendongeng Jadi Andalan Perpusda HST
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus mencari cara agar budaya membaca tumbuh sejak usia dini.
Salah satu program yang menjadi andalan adalah Murakata Mendongeng, yaitu kegiatan literasi yang rutin menghadirkan pendongeng nasional asal Barabai untuk mengajak anak-anak mencintai buku melalui cerita.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan HST, H. Zamhasari, melalui Pustakawan Rino S, mengatakan Murakata Mendongeng menjadi ciri khas program literasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Program tersebut sengaja difokuskan kepada anak usia dini sebagai langkah awal membangun kebiasaan membaca.
“Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah kami punya program khas, yaitu Murakata Mendongeng. Kami mengundang pendongeng tingkat nasional yang kebetulan berasal dari Barabai, yakni Kak Ojan, untuk membangun minat baca anak sejak usia dini,” ujarnya kepada wartabanjar.com, Selasa (21/7/2026).
Rino menjelaskan, kegiatan itu melibatkan ratusan peserta dari taman kanak-kanak dan PAUD di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Tidak hanya Dinas Perpustakaan, sejumlah instansi juga ikut berkolaborasi agar pelaksanaan kegiatan semakin menarik.
BACA JUGA: Perpustakaan HST Dikebut Akreditasi Nasional, Pemkab Luncurkan Angkutan Literasi untuk Anak Desa
BACA JUGA: Perpusnas Hentikan Bantuan Buku Akibat Efisiensi Anggaran, Perpustakaan Desa di HST Terdampak
Selain Murakata Mendongeng, Dinas Perpustakaan juga rutin menggelar berbagai kompetisi literasi, seperti lomba bertutur bagi pelajar SD, SMP hingga SMA.
Menurut Rino, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya melatih keberanian anak tampil di depan umum sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap buku.
Tak hanya peserta didik, pengembangan budaya literasi juga dilakukan melalui lomba perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa.
“Kami ingin perpustakaan sekolah maupun perpustakaan desa terus berkembang. Karena itu setiap tahun kami mengadakan lomba agar masing-masing perpustakaan berlomba meningkatkan kualitas pelayanannya,” katanya.
Ia berharap berbagai program tersebut mampu memperkuat budaya membaca di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sehingga literasi masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu