Antisipasi Diare dan ISPA Saat Kemarau, Dinkes Banjar Siapkan Obat hingga Masker
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mulai mengantisipasi potensi meningkatnya penyakit, seiring memasuki musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026 mendatang.
Sejumlah langkah antisipasi pun mulai disiapkan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal, apabila terjadi peningkatan kasus penyakit selama musim kemarau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Nor Ipansyah, mengatakan penyakit saluran pencernaan menjadi salah satu yang diwaspadai saat musim kemarau berlangsung.
”Kemarau artinya kita harus lebih aware terhadap kesehatan, karena pasti akan banyak penyakit yang timbul. Diare khususnya,” ujarnya, Minggu (19/07/2026).
Selain diare, gangguan saluran pernapasan juga diperkirakan mulai bermunculan, apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
”ISPA juga akan mulai bermunculan,” tambahnya.
Kewaspadaan itu semakin ditingkatkan, karena musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.
Baca Juga: Usai Dilantik, Kepala Dinkes Banjar Nor Ipansyah Bidik Penurunan Stunting dan Angka Kematian Ibu
Baca Juga: Dampak Kematian Massal Ikan, Warga Banjar Diminta Stop Sementara Konsumsi Air Sungai
Turunnya debit air turut menjadi perhatian, karena dapat memengaruhi kondisi sanitasi masyarakat.
”Artinya semua penyakit yang berkaitan dengan sanitasi itu kita harus aware,” ungkapnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mulai menyiapkan kebutuhan pelayanan kesehatan.
”Kita sudah menyiapkan obat-obatan,” jelas Ipan.
Selain obat-obatan, perlengkapan penunjang pelayanan kesehatan juga mulai dipersiapkan.
”Kita juga sudah menyiapkan masker, bahan habis pakai dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk menanggulangi penyakit-penyakit yang terjadi di musim kemarau,” tegasnya.
Ipan juga menilai upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
”Masyarakat harus lebih aware lagi terhadap kesehatannya, menggunakan sanitasi dengan baik,” harapnya.
Kebiasaan hidup bersih dan sehat juga diharapkan terus diterapkan, agar risiko penyakit selama musim kemarau dapat ditekan.
”Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cuci tangan sebelum makan, sebelum melakukan aktivitas dan lain sebagainya diterapkan lagi, sehingga penyakit-penyakit pada musim kemarau bisa tertanggulangi dengan baik,” pesannya. (wartabanjar.com/Ikhsan)