Musim 2026/27 akan menjadi salah satu musim paling menantang bagi PERSIB dengan keikutsertaan di empat ajang sekaligus, yakni Super League, Piala Indonesia, Shopee Cup ASEAN Club Championship, dan AFC Champions League Two.
“Kami menyadari bahwa musim ini akan menuntut kesiapan tim yang lebih besar. Karena itu, kami membutuhkan kedalaman skuad yang berkualitas di setiap lini. Julio Cesar menjadi salah satu pemain yang diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan tersebut dan menjadi bagian penting dalam rencana tim menghadapi seluruh kompetisi,” lanjut Adhitia.
Pada musim debutnya bersama PERSIB, pemain kelahiran Anapolis, Brasil, 21 Maret 1995 itu mencatatkan performa yang impresif.
Ia tampil dalam 25 pertandingan di kompetisi domestik serta tujuh pertandingan di AFC Champions League Two 2025/26.
Julio Cesar juga mencetak satu gol yang memiliki arti penting dalam perjalanan PERSIB mempertahankan gelar juara Super League.
Golnya ke gawang PSM Makassar menjadi salah satu momen krusial yang mengantarkan Maung Bandung menorehkan sejarah sebagai juara untuk ketiga musim berturut-turut.
Sementara untuk Putros, atas rekomendasi tim pelatih, manajemen telah melakukan proses negosiasi untuk memperpanjang kerja sama.
Namun, setelah melalui pembahasan secara profesional, kedua belah pihak belum berhasil mencapai kesepakatan baru.
“Sejak masa kontraknya berakhir, kami telah melakukan negosiasi ulang dengan pihak Putros. Namun, hingga proses tersebut selesai, kesepakatan baru belum dapat tercapai. Dengan penuh rasa hormat, PERSIB dan Frans Putros sepakat untuk mengakhiri kebersamaan ini,” ujar Adhitia.







