Eks Pelatih Megawati di Red Sparks Diperiksa Kasus Dugaan Asusila, Ko Hee-jin Diam Lihat Pelecehan
WARTABANJAR.COM - Kasus dugaan asusila berupa pelecehan seksual yang mengguncang Liga Voli Putri Korea Selatan, mulai terbuka.
Pelatih klub Red Sparks, Ko Hee-jin diperiksa kepolisian sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Mantan pelatih Megawati Hangestri Pertiwi itu diperiksa karena diduga mengetahui kejadian pelecehan itu tetapi diam saja.
Ko Hee-jin juga dianggap tidak melindungi pemainnya yang menjadi korban pelecehan tersebut.
Saat dikonfirmasi oleh media setempat, ia enggan berbicara detil.
"Karena masalah ini sedang diselidiki secara cermat, saya tidak memiliki hal spesifik untuk dikatakan," kata Ko Hee-jin dikutip dari Naver, Jumat (17/7/2026).
"Jika masalah ini benar-benar terungkap, hal itu pasti akan menimbulkan dampak dan beban yang signifikan tidak hanya bagi klub tetapi juga bagi seluruh komunitas bola voli," lanjutnya.
Baca Juga: Gaji Megawati di Liga Voli Putri Korea, Pakai Nomor 88 di Hyundai Hillstate
Baca Juga: Agenda Lain Megawati Setiba di Hyundai Hillstate, “Megatron” Nonton Timnas Voli Indonesia
Informasi yang beredar menyebutkan dugaan pelecehan itu terjadi pada Januari 2026.
Saat itu, menajemen Red Sparks menggelar acara makan malam di jeda pertandingan All-Star V-League musim 2025/2026.
Paca acara itu, seorang staf pelatih yang dalam laporan investigasi disebut sebagai Pelatih B diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu pemain voli putri.
Ko Hee-jin yang juga hadir dikabarkan duduk di depan staf pelatih dan pemain tersebut, sehingga diduga kuat mengetahui pelecehan tersebut.
Namun, Ko Hee-jin hanya diam seakan membiarkan pelecekan itu terjadi.
Kasus ini mencuat ke publik pada Mei 2026 setelah korban baru melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen klub.
Kabarnya, manajemen Red Sparks telah mengambil tindakan tegas terhadap terduga pelaku pelecehan, namun tidak disebutkan secara jelas.
Sementara proses hukum hingga kini masih berlangsung. (wartabanjar.com/sud)