​WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Kebakaran hebat yang menghanguskan sekitar dua hektare lahan semak belukar di Jalan A Yani, Kecamatan Kintap, kawasan perbatasan Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan berhasil dipadamkan petugas, Kamis (16/7/2026) malam.

​Peristiwa kebakaran lahan tersebut pertama kali diketahui berdasarkan laporan warga setempat sekitar pukul 22.36 WITA.

Merespons informasi darurat tersebut, armada dan personel dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Kintap langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

​Operasi pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih 40 menit, dimulai sejak kedatangan tim pada pukul 22.49 WITA hingga api berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 23.30 WITA.

Sinergi di lapangan terjalin erat dengan keterlibatan personel Kepolisian Sektor (Polsek) Kintap yang turut membantu mengamankan situasi di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Tolak Mafia Solar dan Pengelola SPBUN, Ratusan Nelayan Kuala Tambangan Pasang Spanduk Perlawanan di Tanah Laut

Baca Juga: Antisipasi Hama dan Kendala Cuaca Jelang Panen, Polsek Jaro Tabalong Awasi Tanaman Jagung Pakan Warga Desa Muang

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanah Laut, Danoe Sulaiman, melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, mengonfirmasi bahwa kesigapan petugas di lapangan berhasil mencegah kobaran api merambat lebih luas ke area sekitar.

​Untuk menaklukkan amukan si jago merah, petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Sektor Kintap serta lima personel, yaitu Akbar Adi Putra, Andikha Slamet Haryadi, M. Nazar Rahman, dan Seman Farizi.

​Danoe Sulaiman memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Jika melihat kepulan asap atau indikasi titik api, segera laporkan ke nomor darurat kami agar bisa langsung ditangani sebelum meluas," ujar Danoe Sulaiman.