Antisipasi Hama dan Kendala Cuaca Jelang Panen, Polsek Jaro Tabalong Awasi Tanaman Jagung Pakan Warga Desa Muang
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Polres Tabalong melalui Polsek Jaro terus menunjukkan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional dengan melakukan pemantauan pertumbuhan tanaman jagung pakan di Desa Muang, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (16/7/2026).
Monitoring dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Muang, AIPTU Jamil Ripani, di lahan milik H. Sarbani seluas satu hektare yang ditanami jagung pakan.
Kegiatan ini bertujuan memastikan perkembangan tanaman menjelang masa panen sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Berdasarkan hasil pengecekan, tanaman jagung telah berumur sekitar 17 minggu sejak ditanam pada 19 Maret 2026.
Budidaya dilakukan dengan sistem monokultur di lahan milik perorangan, sementara kebutuhan air masih mengandalkan tadah hujan dan sumur sebagai sumber pengairan.
Secara umum, kondisi tanaman dinilai terus berkembang dan saat ini memasuki fase menjelang panen yang diperkirakan berlangsung pada Juli 2026.
Meski demikian, besaran hasil panen belum dapat dipastikan karena masih bergantung pada kondisi tanaman hingga masa panen tiba.
BACA JUGA: Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Jaro dan Kelompok Tani Fajar Pagi Tanam Jagung di Muang
BACA JUGA: Polres Tabalong Pantau Pertumbuhan Jagung Hibrida di Desa Muang Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Dalam monitoring tersebut, petugas juga mencatat sejumlah tantangan yang dihadapi petani.
Ketergantungan terhadap curah hujan masih menjadi kendala utama sehingga pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
Selain itu, petani juga perlu melakukan pengawasan intensif terhadap serangan hama dan penyakit.
Beberapa ancaman yang berpotensi menurunkan hasil produksi antara lain ulat grayak (Spodoptera frugiperda), penyakit bulai, hawar daun, busuk batang, hingga busuk tongkol yang dapat memengaruhi kualitas maupun kuantitas hasil panen.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Jaro mendorong petani untuk terus melakukan perawatan tanaman secara optimal serta berkoordinasi dengan penyuluh pertanian apabila menemukan kendala di lapangan agar produktivitas jagung tetap terjaga.