Ia mengatakan, berdasarkan indikator Road Safety Index, tingkat keselamatan lalu lintas di Kalimantan Selatan pada triwulan II tahun 2026 mengalami peningkatan sekitar 6,6 poin dibandingkan triwulan I.
Meski demikian, data periode Januari hingga Juni 2026 masih menunjukkan adanya peningkatan jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas. Namun, di sisi lain jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan berhasil ditekan.
“Kami tetap mengoptimalkan strategi 5E sebagai langkah utama meningkatkan keselamatan berlalu lintas, yaitu melalui Education (edukasi), Encouragement (motivasi), Enforcement (penegakan hukum), Engineering (rekayasa lalu lintas), dan Emergency Response (penanganan kegawatdaruratan),” ujar Fahri, Banjarmasin, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, penerapan strategi tersebut terbukti efektif. Pada tahun 2025, strategi 5E mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas maupun tingkat fatalitas dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui penguatan strategi 5E, penegakan hukum yang terukur, serta sinergi lintas fungsi, Ditlantas Polda Kalsel optimistis keselamatan berlalu lintas di Kalimantan Selatan dapat terus meningkat, sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)
Editor Restu







