Pandai Besi Pemurus Kertak Hanyar Tetap Bertahan Meski Pengguna Jasa Makin Sepi
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Seorang laki-laki berkulit sawo matang dan berkacamata tampak sibuk dengan besi-besi tua yang ada di depannya, Minggu (12/07/2026) siang.
Sorot mata Yadi tajam penuh konsentrasi, memandang sepotong besi yang terlihat merah panas sehabis dibakar.
Dengan kedua tangan yang kekar dan berotot, pandai besi ini menggerakkan palu dan menghantamkannya ke besi merah membara berlandaskan sebuah besi tua.
Suara dari benturan besi terdengar keras memecah kesunyian bengkel pandai urai miliknya, di Jalan Pemurus Gang Amanah RT 8, Kecamantan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Ayah dua anak ini ternyata sedang membuat sebuah belati untuk keperluan sendiri.
Saat dikunjungi wartabanjar.com, Yadi mengaku sudah lama menekuni pandai besi warisan ayahnya sejak tahun 2000.
Kendati penghasilannya tak seberapa, ia setia menjalani pandai besi karena inilah satu-satunya keterampilan yang dimiliki, selain meneruskan warisan ayahnya.
"Ya dicukup-cukupkan lah. Uang dari pandai besi ini tidak menentu," ungkapnya sembari tersenyum.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Kertak Hanyar Banjar: Sopir Terjepit dalam Mobil, Perempuan Tewas Warga Manarap
Baca Juga: Pasar Ahad Kertak Hanyar Tak Lagi Seramai Dulu, Omzet Pedagang Beras Tak Sampai Rp 1 Juta Per Hari
Pandai besi yang ditekuni Yadi dan dilakukan secara manual. tergolong unik bila dibandingkan dengan kondisi saat ini.
Bagaimana tidak, saat ini perkembangan teknologi semakin canggih dan membuat cara-cara konvensional semakin ditinggalkan.
Lokasi sekitar begkel pandai besi Yadi dulunya adalah area pertanian. Tentunya, pada masa itu ada banyak petani.
Namun seiring berjalan waktu di area tersebut sudah berkurang. Hal ini sangat berdampak terhadap kuantitas konsumen yang meminta jasa pandai besinya.
Sosok ramah dan pekerja keras ini mengaku makin sedikit saja yang memakai jasanya. "tiga puluh persen saja sekarang. Sedikit sekali yang pesan," katanya.
Jasa pandai besi Yadi ini lebih banyak melayani pesanan perbaikan parang dan kapak. Sementara untuk produksi baru sangat jarang.