Meski begitu, Cardinale meluruskan bahwa sistem ini bukan berarti dia mengabaikan masukan dari jajaran manajemen lainnya.
Kolaborasi antarlini tetap berjalan dengan kukuh demi menyusun komposisi tim yang kompetitif.
“Dalam cara kami beroperasi, kekuatan persetujuan memang ada di satu tangan, yaitu saya. Namun, ada satu hal penting yang perlu diingat, seperti yang saya sampaikan saat konferensi pers, kami tetap bekerja sebagai sebuah tim,” lanjut dia.
Menurutnya, tim pemantau bakat, direktur olahraga, hingga pelatih kepala akan terus memberikan rekomendasi pemain.
Masukan dari pelatih dan seluruh staf internal tetap menjadi bahan pertimbangan utama, sebelum dia mengambil keputusan final.
Langkah tegas Cardinale ini dibuktikan dengan pergerakan agresif AC Milan di lantai transfer musim panas ini.
Sejauh ini, Rossoneri dilaporkan telah mengamankan dua rekrutan anyar dengan nilai investasi yang cukup fantastis.
Pertama, Milan sukses memboyong penyerang internasional Portugal, Gonçalo Ramos, dari Paris Saint-Germain (PSG).
Kesepakatan bernilai total mencapai 70 juta paun atau setara dengan Rp1,22 triliun, angka yang sudah termasuk dengan berbagai bonus performa.
Tidak berhenti di sana, bek Lazio, Mario Gila kini juga sudah berada di Milan untuk menjalani tes medis.
Nilai transfer sang pemain diperkirakan menyentuh angka 30 juta paun atau sekitar Rp525 miliar.
Dengan dua pergerakan besar ini, Milan tercatat sudah menggelontorkan dana sekitar 100 juta paun atau mendekati Rp1,75 triliun untuk memperkuat skuat musim depan.







