Selain persoalan baterai, laporan tersebut juga menyoroti kemungkinan kendala lain, seperti sistem keamanan Apple, penghentian dukungan perangkat lunak untuk model lama, hingga belum tentu masih tersedianya infrastruktur yang kompatibel pada tahun 2276.
Dengan berbagai keterbatasan tersebut, kecil kemungkinan iPhone 17 Pro Max masih dapat digunakan atau bahkan dibuka kuncinya saat kapsul waktu dibongkar.
Meski demikian, penyelenggara tetap memasukkan perangkat tersebut sebagai representasi teknologi mutakhir pada era sekarang, seperti dirangkum Cnet.
Kapsul waktu tersebut merupakan bagian dari proyek America Innovates, sebuah acara yang digelar bersama Forbes dan America250 untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan AS.
Para ahli sebenarnya telah lama memperingatkan bahwa mengubur barang elektronik bukanlah cara ideal untuk melestarikan sejarah.
Namun, hal ini seringkali terkendala oleh faktor alam seperti keberadaan air tanah, kelembapan, hingga degradasi material yang membuat barang yang dikubur malah rusak.
Bahkan, sebuah artikel yang terbit pada 2019 menyebut sekitar 99 persen kapsul waktu yang digali kembali dalam kondisi tidak lagi menarik secara historis.
Bukan kali pertama produk Apple masuk ke dalam kapsul waktu. Pada 2013, sebuah kapsul waktu yang dikubur sekitar 30 tahun sebelumnya.
Kapsul waktu itu dikaitkan dengan mendiang pendiri Apple, Steve Jobs. Isinya antara lain sebuah mouse Apple, enam botol bir Ballantine, dan sebuah kubus Rubik. (Wartabanjar.com)







