WARTABANJAR.COM - Mulai Jumat (10/7/2026), pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama akan menjalani rangkaian Moto3 Jerman 2026.

Moto3 Jerman 2026 berlangsung di Sirkuit Sachsenring yang dikenal memiliki lintasan yang unik.

Sirkuit Sachsenring ini juga disebut sangat cocok bagi pembalap yang bertipikal agresif seperti Veda Ega.

Veda Ega juga memiliki kenangan manis karena pernah menjadi juara di Sirkuit Sachsenring saat mengikuti ajang Red Bull Rookies Cup 2025 lalu.

Sirkuit Sachsenring merupakan salah satu trek paling khas dalam kalender MotoGP.

Panjang lintasannya hanya sekira 3,67 kilometer dengan 13 tikungan, terdiri atas 10 tikungan kiri dan hanya 3 tikungan kanan.

Uniknya lagi, sirkuit ini dilalui berlawanan arah jarum jam sehingga memberikan tantangan berbeda dibanding mayoritas trek dunia.

Karena lintasannya pendek dan berliku, pembalap dituntut memiliki kemampuan mengerem yang presisi, menjaga momentum di tikungan, serta berani melakukan manuver saat bertarung dalam rombongan.

Di kelas Moto3 yang terkenal dengan persaingan ketat hingga garis finis, kemampuan membaca celah menjadi faktor penentu.

Ada beberapa alasan Veda Ega memiliki kans naik podium di Moto3 Jerman 2026.

Baca Juga: Bukan Sirkuit Sachsenring, Veda Ega Latihan di Alcarras Jelang Moto3 Jerman 2026, Ada Mario Aji

Baca Juga: Kenangan Juara Veda Ega di Sirkuit Sachsenring Jelang Moto3 Jerman 2026: “Saya akan Lebih Kuat”

Pertama, karakter tikungan beruntun sangat sesuai dengan gaya balap Veda yang agresif saat memasuki apex dan berani menyalip di area sempit.

Kedua, Honda dikenal cukup kompetitif di lintasan yang lebih mengutamakan kelincahan dibanding kecepatan puncak.

Sachsenring termasuk sirkuit yang tidak memiliki lintasan lurus panjang sehingga akselerasi keluar tikungan menjadi lebih penting dibanding top speed.

Ketiga, pengalaman Veda di lintasan ini membuat waktu adaptasinya diperkirakan lebih singkat dibanding beberapa rival rookie lainnya.

Meski demikian, perjuangan Veda Ega dipastikan tidak mudah.

Moto3 dikenal sebagai kelas paling kompetitif dengan rombongan pembalap yang sering finis dalam selisih kurang dari satu detik.

Karena itu, sesi latihan bebas dan terutama kualifikasi akan sangat menentukan.