WARTABANJAR.COM - Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama gagal menambah poin di Moto3 Belanda 2026.

Pada balapan di Sirkuit Assen, dua pekan lalu itu, Veda Ega mengalami crash (kecelakaan).

Akhir pekan ini, 10-12 Juli 2026, pembalap berusia 17 tahun itu akan kembali menggeber motornya di Moto3 Jerman 2026.

Veda Ega optimistis bisa meraih hasil lebih baik karena memiliki kenangan manis di Sirkuit Sachsenring yang menjadi lokasi balapan.

Ujian kembali menerpa pembalap Honda Team Asia karena gagal finis dalam balapan sebelumnya di Assen, Belanda, dua pekan lalu.

"Kecelakaan (di Sirkuit Assen) itu juga karena kesalahan saya, jadi saya akan berusaha menjadikannya sebagai pembelajaran," ucap Veda Ega dikutip dari Honda Team Asia, Selasa (7/7/2026).

"Tentunya saya kecewa, tetapi saya tahu bahwa kami punya kecepatan dan kepercayaan diri. Saya akan kembali lebih kuat di seri Jerman," lanjut asal Yogyakarta ini.

Baca Juga: Terungkap “Faktor X” Penyebab Veda Ega Crash di Moto3 Belanda, Aoyama Sebut Sensasi Lintasan

Baca Juga: Crash di Sirkuit Assen Belanda, Klasemen Veda Ega Melorot dan Disamai Hakim Danish

Tahun lalu, saat masih mengikuti ajang Red Bull Rookies Cup, Veda Ega menorehkan hasil positif.

Saat itu, ia finish di posisi keempat dalam duel ketat di lintasan yang basah, kalah tipis dari pembalap Prancis Guillem Planques saat race pertama.

Namun, pada race kedua, Veda Ega mampu finish sebagai juara.

Mengenal lintasan sirkuit menjadi salah satu faktor pembalap, dan itu sudah dimiliki Veda Ega terhadap Sirkuit Sachsenring.

Bagi pembalap Moto3, Moto2 dan MotoGP, Sachsenring dikenal sebagai salah satu sirkuit yang menuntut konsentrasi tinggi.

Lintasan sepanjang 3,67 kilometer itu memiliki karakter yang didominasi tikungan ke kiri.

Karakter tersebut dinilai sesuai gaya balap Veda Ega yang dikenal mampu menjaga kecepatan saat melewati tikungan dan tampil cukup baik di sektor pengereman.