Pengalamannya merantau di Belgia diakuinya menjadi modal yang sangat berharga. Stankovic merasa optimistis fondasi sepakbolanya kini sudah semakin kukuh, berkat jam terbang dan tempaan fisik yang dia dapatkan bersama Club Brugge.
Kepulangan Stankovic ke Milan sekaligus mempertemukannya kembali dengan sosok yang sangat krusial dalam perjalanan kariernya, yakni Cristian Chivu.
Mantan bek tangguh Inter tersebut kini memegang kemudi skuat utama Nerazzurri sebagai pelatih kepala.
Kerja sama keduanya tentu bukan hal baru, mengingat Chivu adalah mentor Stankovic saat masih menimba ilmu di tim akademi (Primavera).
Stankovic tidak ragu mengakui bahwa Chivu memiliki pengaruh yang sangat mendalam, bagi perkembangan mental dan kemampuannya di lapangan hijau.
Dia selalu mengingat bagaimana Chivu membimbingnya sejak masih anak-anak hingga siap masuk ke level sepak bola profesional yang sesungguhnya.
“Dia memberikan dampak yang sangat besar dalam karier saya. Dia merangkul saya saat saya masih sangat muda di Primavera, dan baru memulai langkah di sepakbola serius,” kenang Stankovic.
“Dia mengajari banyak hal, baik di dalam maupun di luar lapangan, membantu saya memahami esensi sepak bola yang sebenarnya. Pada akhirnya, yang dinilai adalah apa yang mampu Anda tunjukkan di lapangan jika ingin menang,” sambungnya.
Nama Stankovic sendiri bukanlah nama yang asing di telinga para pendukung setia Inter Milan. Aleksandar merupakan putra kandung dari legenda hidup Inter, Dejan Stankovic.







