Selama periode tersebut, ia kerap mendapat kritik akibat pendekatan taktik yang diterapkan serta hasil tim yang tidak konsisten.

Amorim menegaskan target utamanya adalah membawa Rossoneri kembali meraih kemenangan dan bersaing di papan atas.

Meski menyadari tantangan yang dihadapi tidak mudah, pelatih asal Portugal itu menilai mentalitas juara harus menjadi pegangan setiap pelatih Milan.

"Saya datang ke Milan untuk menang. Jika Anda menjadi pelatih Milan, Anda harus memiliki mentalitas seperti itu," ujar Amorim.

Ia juga mengakui masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengembalikan performa AC Milan, setelah hasil kurang memuaskan musim lalu.

"Saya tidak naif. Saya tahu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun, jika Anda menjadi pelatih Milan, Anda harus bermain untuk meraih kemenangan," tambahnya.

Target tersebut sejalan dengan ambisi AC Milan bangkit, setelah gagal lolos ke Liga Champions musim lalu.

Rossoneri hanya finis di peringkat kelima Serie A, tertinggal 17 poin dari juara sekaligus rival sekota mereka, Inter Milan. (Wartabanjar.com)