Genjot Produksi Bawang Merah, Pemkab Tanah Laut Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi Daerah
"Kalau dihitung dengan harga sekitar Rp25 ribu per kilogram, nilainya sudah mencapai sekitar Rp350 juta per hektare. Ini menunjukkan bawang merah memiliki potensi ekonomi yang sangat baik bagi petani," ujar Ismail Fahmi.
Ismail Fahmi menekankan bahwa intervensi pada komoditas hortikultura seperti bawang merah sangat krusial, mengingat jenis pangan ini termasuk dalam komponen bergejolak (volatile foods) yang kerap memicu fluktuasi indeks harga konsumen.
"Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang selalu dipantau dalam pengendalian inflasi. Karena itu kami berharap pengembangannya terus berlanjut, didukung pemerintah, penyuluh, perbankan, dan para petani, sehingga mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," pungkasnya. (Wartabanjar.com/Gazali)