“Kami berharap persoalan ini tidak berkepanjangan karena sangat memengaruhi perekonomian masyarakat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Tentunya dampaknya cukup besar, sehingga perlu penanganan yang cepat dan terukur,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, General Manager PLN Perseo UID Kalselteng, Iwan Soelistijono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi serta memaparkan langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan.

Berdasarkan hasil rapat, sistem kelistrikan berada dalam status siaga dengan cadangan daya yang terus diperbarui, sementara proses perbaikan pembangkit ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan.

Melalui fungsi pengawasan yang dimiliki, DPRD Kalsel berkomitmen terus memperjuangkan kepentingan masyarakat dengan memastikan pelayanan publik, termasuk sektor kelistrikan, berjalan optimal demi mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (wartabanjar.com/*)

Editor: Yayu