Antaludin FC Minta Maaf atas Kericuhan di Bupati HST Cup 2026, Perselisihan dengan Wasit Berakhir Damai
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Kericuhan yang sempat mewarnai pertandingan babak 16 besar Turnamen Sepak Bola Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Cup 2026 antara Bhazink FC dan Antaludin FC di Stadion Murakata Barabai akhirnya diselesaikan secara damai.
Manajemen Antaludin FC menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden yang terjadi seusai pertandingan yang digelar Jumat (4/7/2026).
Permintaan maaf tersebut diterima oleh wasit Angga Nur Hidayat yang memimpin laga tersebut.
Sebelumnya, pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi dan berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Bhazink FC.
Namun, situasi memanas setelah peluit panjang dibunyikan, menyusul protes dari pihak Antaludin FC terhadap keputusan wasit.
Kondisi kemudian berkembang menjadi kericuhan setelah sejumlah pemain mendatangi wasit.
Situasi semakin tidak terkendali ketika sebagian penonton turut masuk ke area lapangan.
Dalam insiden tersebut, wasit Angga Nur Hidayat dilaporkan menerima pukulan di bagian wajah dari seorang suporter.
Pasca-kejadian, panitia pelaksana mempertemukan seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Pelaksana Bupati HST Cup 2026, Yajid Fahmi As, wasit Angga Nur Hidayat, manajemen Antaludin FC, serta sejumlah awak media.
Manager Antaludin FC, Akbar Anugrah Wardana, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang melibatkan tim maupun pendukung mereka.
“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami semua agar ke depan bisa lebih baik,” ujar Akbar, Minggu (6/7/2026).
Sementara itu, Angga Nur Hidayat menyatakan telah menerima permohonan maaf yang disampaikan pihak Antaludin FC dan menganggap persoalan tersebut telah selesai.
BACA JUGA: Bhazink FC Melaju ke 16 Besar, Bupati HST Cup 2026 Usai Bungkam Persita Kayu Bawang 2-0
BACA JUGA: Buluan FC A Mundur dari Bupati HST Cup 2026, Panjalu FC Lolos Lewat WO
Yajid Fahmi As mengapresiasi langkah penyelesaian yang ditempuh kedua belah pihak.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh peserta turnamen untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kondusivitas pertandingan.