BPJS Kesehatan Ungkap Capaian JKN 2025, Layani 725 Juta Kunjungan

Dari sisi keuangan, Program JKN tetap menunjukkan kondisi yang sehat. Hingga akhir tahun 2025, aset bersih Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan tercatat sebesar Rp30,04 triliun, dengan hasil investasi mencapai Rp3,94 triliun.

Tak hanya itu, BPJS Kesehatan kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Capaian tersebut memperkuat komitmen BPJS Kesehatan dalam menjaga tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Program JKN juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Program ini tercatat berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp129 triliun serta menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja.

Selain itu, Program JKN berhasil menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan dan melindungi sekitar 16 juta penduduk dari risiko jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menegaskan bahwa BPJS Kesehatan terus berkomitmen menjaga tata kelola yang baik dalam mengelola dana publik.

“Ke depan, tantangan menjaga keberlanjutan finansial, peningkatan kualitas layanan, dan perluasan kepesertaan aktif harus dihadapi bersama melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, menilai pembiayaan kesehatan melalui Program JKN bukan sekadar biaya, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan modal manusia Indonesia.