BPBD Minta Warga Banjarmasin Waspada Banjir Rob, Mulai Jam 9 Pagi

WARTABANJAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin mengimbau warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan agar waspada akan potensi banjir rob, Kamis (2/7/2026).

Potensi banjir rob yang diperkirakan
terjadi pada 1-4 Juli 2025 terjadi mulai pagi hari.

Perkiraan pasang tertinggi:

  • 1 Juli pukul 09.00-12.00 WITA, ketinggian capai 2,7 meter
  • 2 Juli pukul 09.00-13.00 WITA, ketinggian capai +2,7 meter
  • 3 Juli pukul 10.00-13.00 WITA ketinggian capai +2,6 meter
  • 4 Juli pukul 11.00-12.00 WITA, ketinggian capain 2,6 meter

Masyarakat yang tinggal di kawasan
bantaran sungai dan wilayah pesisir diimbau untuk:

  • Memantau informasi cuaca dan pasang surut terbaru.
  • Mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
  • Meningkatkan kewaspadaan saat
    beraktivitas di sekitar sungai.
  • Segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat.

Baca Juga Prakiraan Cuaca Kalsel Dasarian I Juli Masih Alami Curah Hujan

Baca Juga Kronologi Perkelahian Maut di Gang Kita Sutoyo S Banjarmasin, Ditusuk Saat Menagih Utang

Banjir rob adalah peristiwa masuknya air laut ke daratan akibat naiknya permukaan laut terutama saat fase pasang maksimum, baik karena pasang, badai, maupun perubahan iklim.

Jenis banjir ini sering terjadi di kawasan pesisir dan biasanya bersifat berkala, namun dalam beberapa kasus bisa menjadi permanen karena faktor lingkungan dan perubahan iklim.

Berbeda dengan banjir akibat hujan atau luapan sungai, rob berasal langsung dari air laut. Berikut penyebab banjir rob :

a. Pasang Laut (Tidal Flooding)

Naiknya permukaan air laut karena gravitasi bulan dan matahari adalah penyebab alami utama banjir rob. Ketika pasang laut mencapai titik tertinggi—terutama saat bulan purnama atau perigee (jarak terdekat bulan ke bumi)—air laut bisa meluap ke daratan, terutama di daerah pesisir yang rendah.

b. Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Air Laut

Pemanasan global menyebabkan es di kutub mencair dan meningkatkan volume air laut secara keseluruhan. Akibatnya, permukaan laut naik secara bertahap dari tahun ke tahun. Kenaikan ini memperbesar risiko banjir rob, terutama di kota-kota pesisir yang padat penduduk dan minim perlindungan alami.