Puspa Bimakasta Jadi Andalan Tabalong Kembangkan Bibit Durian dan Langsat Unggul
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) terus mengembangkan bibit tanaman unggulan khas daerah sebagai upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga kekayaan plasma nutfah lokal.
Melalui inovasi Puspa Bimakasta (Pusat Pengembangan Bibit Tanaman Khas Tabalong), pemerintah menargetkan puluhan ribu bibit tanaman unggul dapat diproduksi dan ditanam masyarakat.
Kepala UPT Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Hikun DKP3 Tabalong, Yana Mulyana mengatakan Puspa Bimakasta menjadi pusat pengembangan berbagai tanaman khas Tabalong, terutama durian lokal yang memiliki cita rasa dan karakteristik berbeda.
"Melalui inovasi ini kami mengembangkan sembilan jenis durian khas Tabalong, di antaranya Durian Kamundai, Likol, Layung Burung, Gantar Bumi, dan Likol Kuning," ujarnya pada wartabanjar.com, disela - sela kegiatan bazar UMKM dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80 di Komplek Pendopo Bersinar Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Rabu (1/7/2026).
Selain durian, DKP3 juga mengembangkan bibit Langsat Tanjung serta Cabe Tiung Tanjung yang telah lama dikenal sebagai komoditas unggulan Kabupaten Tabalong.
Baca Juga Kronologi Perkelahian Maut di Gang Kita Sutoyo S Banjarmasin, Ditusuk Saat Menagih Utang
Baca Juga: Perkelahian Maut di Gang Kita Sutoyo S Banjarmasin, Dua Orang Diamankan Polisi
Menurut Mulyana, khusus untuk Langsat Tanjung, pengembangan dilakukan dengan metode sambung pucuk sehingga menghasilkan bibit unggul yang mampu berbuah lebih cepat dibandingkan tanaman biasa.
"Kalau biasanya langsat baru berbuah setelah tujuh hingga delapan tahun, dengan teknik sambung pucuk ini tanaman sudah dapat berbuah dalam waktu tiga sampai empat tahun," katanya.
DKP3 juga mengembangkan inovasi terbaru berupa hormon perangsang pembungaan yang memungkinkan tanaman Langsat Tanjung berbuah hingga dua kali dalam setahun.
Sementara itu, untuk tahun 2026, DKP3 menargetkan mampu memproduksi sekitar 30.000 bibit durian khas Tabalong. Bibit tersebut nantinya akan disalurkan kepada masyarakat untuk dikembangkan di berbagai wilayah di Kabupaten Tabalong.