WARTABANJAR.COM - Harry Kane bakal kembali menjadi tumpuan Timnas Inggris menghadapi Kongo pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026.

Laga Inggris vs Kongo di Atlanta Stadium, Amerika Serikat (AS) berlangsung pukul 23.00 WIB dan ditayangkan melalui siaran langsung TVRI, Live Live Streaming TV Online dan Live Skor gratis. Link sudah ada di artikel ini.

Hanya mandul saat melawan Ghana, pemain Bayern Munchen sudah mencetak 3 gol dalam 3 laga fase grup.

Gagalnya Harry Kane membobol gawang Ghana meski memiliki banyak peluang menyisakan pertanyaan menggelitik: apakah karena faktor "kutukan" dukun?

Sebelum duel Inggris kontra Ghana di fase grup, seorang dukun Ghana bernama Nana Kwaku Bonsam mengaku melakukan ritual untuk menghambat performa Harry Kane.

Setelah laga berakhir imbang dan Harry Kane gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas, kisah tersebut viral di media sosial.

Sang dukun kemudian mengklaim telah "mencabut kutukan" agar Harry Kane bisa kembali mencetak gol pada pertandingan berikutnya.

Meski begitu, cerita tersebut lebih banyak dipandang sebagai bagian dari budaya populer dan hiburan, tanpa bukti bahwa ritual tersebut memengaruhi hasil pertandingan.

Kini, Inggris menghadapi tantangan berbeda.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia: Prancis Tantang Penakluk Jerman Usai Bungkam Swedia, Gol Mbappe Samai Messi

Baca Juga: Belanda Susul Jerman Usai Dibungkam Maroko, Anak Patrick Kluivert Gagal Penalti

Bukan lagi isu mistis yang menjadi sorotan, melainkan penampilan Kongo yang tampil mengejutkan sepanjang turnamen.

Pasukan asuhan Sébastien Desabre lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Mereka sukses menahan Portugal, mengalahkan Uzbekistan, dan menunjukkan disiplin bertahan yang membuat banyak tim besar kesulitan mencetak gol.

Striker Yoane Wissa menjadi ancaman utama lewat serangan balik cepat, sementara kapten Chancel Mbemba memimpin lini belakang dengan pengalaman tinggi.

Di atas kertas, Inggris tetap jauh lebih diunggulkan.

Harry Kane, Jude Bellingham, Bukayo Saka, hingga Declan Rice memiliki kualitas individu yang mampu membedakan pertandingan.

Namun pelatih Thomas Tuchel justru meminta anak asuhnya tidak terlena.