Dengan darah Indonesia dari buyutnya, maka garis keturunan Ryan Flamingo melebihi tiga generasi, di mana hal itu bertentangan dengan syarat FIFA untuk pindah federasi.
Regulasi FIFA menyatakan bahwa batas akhir garis keturunan seseorang jika ingin pindah federasi maksimal sampai ke kakek atau nenek, bukan buyut.
“Informasi yang aku dapat dari Ryan Flamingo itu dia keturunan Jawa Suriname, dan itu pun dari pihak buyut,” ucap Yussa dikutip dari YouTube-nya beberapa waktu lalu.
“Jadi kalaupun Ryan Flamingo bisa buat bermain untuk Timnas Indonesia, dia harus menunggu sekitar dua sampai lima tahun,” ungkapnya.
Walaupun sulit untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia, namun konsistensi Ryan Flamingo terhadap negara asal leluhurnya layak diacungi jempol.
Yang dimaksud dari konsistensi tersebut, adalah pilihan Ryan Flamingo yang tetap memasang bendera Merah-putih di profil Instagram-nya.
Eks Sassuolo tersebut menyandingkan bendera Merah-putih dengan lambang negara Belanda dan Suriname. Keduanya juga tempat asal sang pemain.
Sikap Ryan Flamingo menuai apresiasi dari penggemar, lantaran dia tetap memasang bendera Merah-putih meskipun sulit bermain bagi skuad Garuda.
Apalagi beberapa waktu lalu, Ryan Flamingo kedapatan membalas komentar dalam sebuah unggahan Instagram juga dengan emoji bendera Merah-putih. (Wartabanjar.com)







