Selain itu, peran ayah dalam pengasuhan anak juga menjadi perhatian penting. Kehadiran ayah secara fisik maupun emosional, dinilai berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan kepribadian anak.

Ia juga mengingatkan agar orang tua bijak dalam mendampingi penggunaan gawai oleh anak. Keluarga diharapkan mampu menciptakan komunikasi yang hangat, sehingga anak tidak kehilangan figur dan perhatian dari orang tua.

Berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas disebut sebagai alarm, yang menunjukkan pentingnya mengembalikan fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membangun karakter generasi muda.

Peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas keluarga yang mampu melahirkan generasi sehat, berkarakter, dan berdaya saing. (Wartabanjar.com/*)