"Kami harus bersyukur karena bukan hanya kami yang menikmati, tetapi juga anak-cucu kami," ujar warga Papua, Tarsan Balagaize.

Sementara Tokoh Pemuda Wilayah Adat Tabi, Paulinus Ohee, mengingatkan masyarakat agar kritis terhadap berbagai narasi yang beredar, termasuk melalui film dokumenter, kampanye media, maupun propaganda digital.

Menurutnya, kritik terhadap pembangunan merupakan bagian penting demokrasi, tetapi harus menghadirkan solusi dan tidak menjadi alat yang memperdalam konflik sosial atau memecah belah masyarakat. (wartabanjar.com/hasby suhaily/inilah.com)

Editor : Hasby