Menurutnya, keberadaan layanan kedokteran nuklir menjadi kebutuhan penting bagi Kalimantan Selatan karena merupakan salah satu teknologi diagnostik paling mutakhir yang mampu melengkapi layanan CT Scan berteknologi tinggi yang telah dimiliki pemerintah daerah.

“Layanan ini nantinya akan melayani seluruh masyarakat, baik pasien BPJS, pasien umum maupun pembiayaan lainnya. Kita ingin masyarakat Kalimantan Selatan mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus keluar daerah,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, dr. Tabiun Huda, menyambut baik dukungan Gubernur terhadap pengembangan rumah sakit tersebut.

Menurutnya, pembangunan Gedung Layanan Kedokteran Nuklir dan Pusat Layanan Jantung Terpadu akan menjadi lompatan besar dalam peningkatan layanan kesehatan di Kalimantan.

“Ini merupakan prioritas Bapak Gubernur untuk meningkatkan layanan kesehatan di Kalimantan Selatan. Dengan adanya layanan kedokteran nuklir, proses diagnosis akan menjadi lebih detail dan akurat sehingga mendukung penanganan pasien secara optimal,” ujarnya.

Ia memastikan rumah sakit telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk mengoperasikan layanan tersebut.

Saat ini, yang diperlukan adalah penyediaan peralatan dan sarana prasarana pendukung.

“SDM sudah siap, tinggal melengkapi alat dan fasilitasnya. Nantinya layanan ini juga dapat dimanfaatkan oleh pasien BPJS maupun pasien umum,” jelasnya.

Tabiun berharap pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat Kalimantan Selatan tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk memperoleh layanan kedokteran nuklir maupun pelayanan jantung terpadu.

“Dengan hadirnya fasilitas ini, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)

Editor Restu