Seminggu Full Remaja Nunukan Main Game Online, Petugas Sampai Dobrak Pintu Kamar

“Menurut ibunya, dia tidak mandi selama seminggu, tidak mau keluar kamar, paling hanya keluar ambil makan dibawa masuk kamar. Dia bahkan kuat tidak tidur berhari-hari karena game online,” ungkap Yarius.

Meski kecanduan game online, prestasi remaja itu di sekolah sangat baik.

Bahkan, para guru sering meminta bantuannya dalam masalah IT (informasi teknologi).

Tragisnya, berdasar penelusuran, remaja itu pernah mengalami pemeriksaan kejiwaan dengan diagnosis mengalami kondisi menuju ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Yarius menduga kondisi remaja itu kemungkinan terdampak dari perceraian kedua orangtuanya.

Ayah dan ibunya bercerai dan masing-masing sudah menikah lagi.

Si anak memilih ikut bapaknya karena merasa ibu kandungnya terlalu membatasi keinginannya bermain game online.

Beda dengan sang ayah yang menuruti semua kemauannya, bahkan semua peralatan untuk bermain game online dibelikan.

“Hantaman psikologi terjadi bertubi-tubi dan mungkin kebingungan itu dilampiaskan ke game online. Dia seakan tidak peduli lingkungan sekitar dan menganggap komputer maupun gadget sebagai teman,” kata Yarius.

Untuk menangani masalah ini, Dinas Sosial Nunukan berencana Bersama keluarga membawa remaja tersebut ke rumah sakit jiwa di Tarakan.

“Semoga segera pulih. Dia anak yang pintar dan berprestasi, sangat disayangkan kalau masa produktifnya habis karena kecanduan game,” ujar Yarius. (wartabanjar.com/berbagai sumber)