Wisata Kampung Putra Bulu di Kabupaten Banjar Diminati Banyak Pengunjung
WARTABANJAR.COM - Konsep alam terbuka di tepi danau, wisata Kampung Putra Bulu yang berlokasi di Karang Intan, Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ini sukses menarik perhatian masyarakat hingga jajaran pejabat pemerintahan daerah.
Berbeda dengan destinasi wisata air konvensional lainnya, Kampung Putra Bulu menawarkan sensasi rekreasi yang lebih interaktif dengan berbagai wahana dan fasilitas yang ramah keluarga.
Pengunjung bisa makan di atas gazebo di tepi danau dengan pemandangan alam yang memanjakan mata.
Tersedia wahana air seperti jet ski, wahana banana boat, dan donut boat untuk pengunjung yang menyukai tantangan adrenalin.
Kemudian Fasilitas Keluarga Tersedia juga penyewaan kano, sepeda air berbentuk bebek.
Baca Juga Empat Domba Diduga Diserang Anjing Liar di HST, Dinas Pertanian Beri Pengobatan dan Edukasi Rabies
Baca Juga Ungkap Dugaan Pembakaran Rumah di Murung Pudak, Polres Tabalong Periksa Suami Korban
Fasilitas pertemuan area terbuka dengan pemandangan danau yang indah sering dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan formal maupun informal.
Konsep ini pula yang membuat Kampung Putra Bulu kerap kali menjadi lokasi pilihan bagi instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menyelenggarakan acara, mulai dari gathering hingga rapat kerja.
Perwakilan pengelola Kampung Putra Bulu, Aria, mengungkapkan bahwa tempat wisata ini baru saja menginjak usia satu tahun.
“Kita berdiri sekitar satu tahun yang lalu, Kak. Kebetulan kita merayakan anniversary pada bulan ini,” ujar Aria ramah.
Aria menyebutkan bahwa sejumlah pejabat penting, termasuk Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin beserta jajaran kepala dinas, kerap berkunjung ke lokasi ini.
Hal yang paling membanggakan dari Kampung Putra Bulu adalah status pengelolaannya yang murni berbasis kemasyarakatan.
Tempat wisata ini merupakan unit usaha yang dijalankan di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Seluruh jajaran operasional dan karyawan yang bertugas di destinasi ini merupakan warga lokal.
Pihak pengelola secara sadar merangkul para pemuda sekitar guna memajukan perekonomian desa sekaligus menekan angka pengangguran.