"Kalau kita kurangi dengan modal, berarti per hektar masih ada sisa kurang lebih Rp15 juta per hektar," tuturnya.

Karena itu, pengembangan jagung dinilai tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

"Program ketahanan pangan dari Bapak Presiden ini bisa menyejahterakan masyarakat," pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu