Kapolda Kalsel Ungkap Alasan Polri Dukung Program Penanaman Jagung

Untuk mendorong minat petani kembali menanam jagung, Puskopol Polda Kalsel saat itu diminta membeli hasil panen dengan harga yang lebih baik.

”Saya perintahkan Puskopol Polda untuk bisa membeli jagung petani Rp3.600 per kilo dalam kondisi pipil basah,” jelasnya.

Langkah tersebut, menurut Kapolda, mendapat sambutan positif dari para petani.

Ia kemudian menggambarkan potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari budidaya jagung.

BACA JUGA: Kapolda Kalsel Soroti Dampak Tekanan Ekonomi Global Mulai Terasa di Daerah

BACA JUGA: Wakapolda Kalsel Berganti, Brigjen Pol Noviar Resmi Menjabat

Dengan asumsi hasil panen mencapai tujuh ton per hektare dan harga jual minimal Rp4.000 per kilogram, petani masih memiliki peluang keuntungan setiap masa panen.

“Kalau kita kurangi dengan modal, berarti per hektar masih ada sisa kurang lebih Rp15 juta per hektar,” tuturnya.

Karena itu, pengembangan jagung dinilai tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

“Program ketahanan pangan dari Bapak Presiden ini bisa menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu