WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Selain menjelaskan dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan juga menyoroti tekanan ekonomi global yang mulai berdampak hingga ke Kalimantan Selatan.
Perang dan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di sejumlah wilayah dunia disebut ikut memengaruhi kondisi ekonomi nasional yang berdampak sampai ke daerah.
“Situasi Kalimantan Selatan juga tidak lepas dari situasi global. Di mana perang yang ada di Timur Tengah, kemudian ketegangan yang ada di Asia, ini juga belum mereda,” ujarnya.
Dalam sarasehan bersama insan media dan pemengaruh di Auditorium Mapolda Kalsel, Selasa (23/6/2026), Kapolda menyebut dampak kondisi tersebut mulai dirasakan sejumlah perusahaan.
“Sudah ada beberapa perusahaan yang merumahkan karyawannya, perusahaan-perusahaan yang mem-PHK karyawannya,” katanya.
Kondisi itu mendapat perhatian Polda Kalsel yang turut berupaya membantu masyarakat terdampak.
“Kami juga mempunyai Desk Ketenagakerjaan. Ini juga sudah kami perankan, Desk Ketenagakerjaan ini juga kita aktifkan untuk membantu masyarakat Kalimantan Selatan yang berdampak PHK ini,” ucapnya.
Selain mengaktifkan Desk Ketenagakerjaan, Polda Kalsel juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan sejumlah perusahaan untuk meminimalkan potensi pemutusan hubungan kerja.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk sebisa mungkin tidak mem-PHK karyawan-karyawannya,” jelasnya.







