WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dalam perang melawan narkoba menyusul pengungkapan 128,7 kilogram sabu oleh Polda Kalimantan Selatan.
Pemprov menilai perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat penegak hukum.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Kalsel, Adi Santoso, mengatakan seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat dalam upaya tersebut.
“Seluruh komponen bangsa harus terus bersatu padu melawan peredaran narkoba,” ujarnya saat pers rilis di Mapolda Kalsel, Kota Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).
Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk menekan peredaran narkotika dari hulu hingga hilir.
”Aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh masyarakat hingga insan pers disebut memiliki peran dalam upaya pemberantasan narkoba,” jelasnya.
Pengungkapan kasus narkotika yang disampaikan kepada publik melalui konferensi pers dan pemusnahan barang bukti juga mendapat apresiasi dari Pemprov Kalsel.
“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Kapolda beserta seluruh jajaran atas kerja keras dan ketegasannya dalam mengungkap berbagai kasus peredaran narkoba,” katanya.
Penyampaian barang bukti secara terbuka dinilai menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum kepada masyarakat.







