WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Kabupaten Banjar membidik gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-37 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Barito Kuala untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Target tersebut disampaikan saat pelepasan 106 anggota Kafilah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Banjar di Gedung Islamic Center Martapura, Kamis (18/6/2026).

Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi mengatakan pencapaian juara umum selama tiga tahun terakhir menjadi modal sekaligus tantangan bagi kafilah Kabupaten Banjar tahun ini.

“Kita memiliki catatan sejarah yang sangat luar biasa. Dalam tiga tahun terakhir, Kabupaten Banjar berhasil meraih gelar juara umum secara berturut-turut,” ujarnya.

Menurut Habib Idrus, prestasi tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk kembali memberikan penampilan terbaik di ajang MTQ tingkat provinsi.

“Prestasi ini tentu menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi kita semua,” katanya.

Target mempertahankan gelar juara umum pun kembali dipasang pada pelaksanaan MTQ ke-37 di Kabupaten Barito Kuala.

“Target kita tahun ini di Barito Kuala adalah mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya. InsyaAllah target ini dapat kita capai mengingat persiapan yang telah dilakukan dengan baik serta semangat seluruh peserta,” ucapnya.

Habib Idrus mengingatkan para peserta bahwa keikutsertaan dalam MTQ bukan hanya soal meraih prestasi, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Banjar yang dikenal sebagai Serambi Mekkah.

“Keikutsertaan kita dalam MTQ ke-37 ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga amanah untuk membawa nama baik Kabupaten Banjar, daerah yang identik dengan nilai-nilai Al Quran dan syiar Islam,” tegasnya.

Kafilah Kabupaten Banjar yang diberangkatkan berjumlah 106 orang, terdiri dari 61 peserta dan 45 pendamping.

Sementara itu, Pimpinan Kafilah Kabupaten Banjar, Miftahuddin, mengatakan peserta akan mengikuti hampir seluruh cabang perlombaan yang dipertandingkan pada MTQ Kalsel tahun ini.

Satu-satunya cabang yang tidak diikuti adalah Tafsir Bahasa Arab Putri karena tidak tersedia peserta yang memenuhi kriteria sejak seleksi tingkat kabupaten.