Mengapa Narkoba Terus Beredar di Kalsel? ini Kata Akademisi ULM

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pengungkapan 128,7 kilogram sabu oleh Polda Kalimantan Selatan kembali menunjukkan besarnya ancaman peredaran narkoba di Banua.

Di balik kasus tersebut, akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menilai faktor ekonomi masih menjadi salah satu alasan utama yang membuat bisnis haram itu terus hidup meski ancaman hukum yang dihadapi tidak ringan.

Ketua Pusat Studi Kepolisian ULM-Polda Kalsel, Dr Hj Rahmida Erliyani, mengatakan keuntungan besar yang ditawarkan peredaran narkoba membuat sebagian orang tetap tergiur untuk terlibat.

“Usaha atau berjualan narkoba ini menggiurkan secara ekonomi. Nilainya fantastis. Jadi itu sepertinya usaha yang sangat menjanjikan dari aspek ekonomi,” ujarnya saat ditemui usai pers rilis di Mapolda Kalsel, Kamis (18/6/2026).

Menurut Rahmida, kondisi tersebut membuat penegakan hukum sering berhadapan langsung dengan persoalan ekonomi yang tidak mudah diselesaikan.

Baca Juga Polres Tanah Laut Amankan Remaja Terduga Pelaku Rudapaksa Anak di Bawah Umur di Pelaihari

Baca Juga Polda Kalsel Sita 128,7 Kg Sabu Senilai Rp231 Miliar, Lima Tersangka dari Berbagai Daerah Berhasil Ditangkap

Sanksi pidana bagi pelaku narkoba sebenarnya sudah cukup berat. Namun besarnya keuntungan yang dijanjikan membuat sebagian orang tetap nekat mengambil risiko.

“Kita melihat hukum selalu berhadapan dengan ekonomi, ini yang agak berat,” katanya.

Persoalan itu, lanjut Rahmida, tidak hanya menjadi tantangan bagi masyarakat, tetapi juga bagi aparat yang bertugas memberantas peredaran narkoba.