Rusdiyanto menambahkan, peningkatan literasi politik menjadi semakin penting agar masyarakat mampu berpikir kritis, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, menegaskan bahwa kesetaraan gender tidak cukup diwujudkan melalui pemberian kesempatan yang sama, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kapasitas dan akses yang setara bagi perempuan.

“Perempuan perlu memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan gagasan dan berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Menurut Bupati Samsul Rizal, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya demokrasi, terutama melalui peran mereka di lingkungan keluarga. Nilai-nilai toleransi, partisipasi, serta kepedulian terhadap persoalan publik dapat ditanamkan sejak dini melalui pendidikan dalam keluarga.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berharap semakin banyak perempuan yang berani terlibat dalam organisasi, forum publik, maupun proses pengambilan kebijakan sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih inklusif, partisipatif, dan representatif. (wartabanjar.com/Adew/*)

Editor Restu