WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Laut mengajak umat muslim untuk memaknai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam, sebagai momentum penting untuk melakukan transformasi ke arah digitalisasi di Halaman Pertasi Kencana, Pelaihari, Selasa (16/6/2026).

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Tanah Laut, HM Khairuddin, di sela gelaran Islamic Expo yang menjadi pusat perayaan di bumi tuntung pandang.

Kepala Kemenag menekankan, esensi dasar dari pergantian tahun hijriah adalah meneladani peristiwa besar hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, untuk membangun peradaban yang lebih maju.

"Jadi, 1 Muharram ini adalah hijrahnya Baginda Rasul Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dari Makkah ke Madinah. Dan di Tanah Laut, luar biasa Pak Bupati, Wakil Bupati, beserta seluruh jajarannya memperingati, memeriahkan sebagai titik balik kita hijrah, dari posisi keterbelakangan, posisi kemiskinan, pendidikan, dan menuju digitalisasi," ujar Khairuddin saat diwawancarai di lokasi Islamic Expo.

Konteks hijrah di era modern ini dinilai sangat relevan, dengan komitmen instansi keagamaan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Tanah Bumbu Gelar Zikir dan Khataman Quran

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam, Pemkab Tanah Laut Gandeng PCNU Gelar Islamic Expo dan Pawai Obor

Penguatan sektor teknologi informasi dipandang mampu menjadi pendorong utama bagi kemajuan pendidikan dan pengentasan kemiskinan di daerah.

Lebih lanjut, Khairuddin menjelaskan, adaptasi terhadap kemajuan teknologi digital juga menjadi sarana penting, untuk menyebarluaskan nilai-nilai keagamaan yang inklusif.

Hal ini krusial dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.

"Sehingga Islam rahmatan lil alamin membawa kedamaian, keberkahan, moderat di Tanah Laut itu terbangun dengan adanya peringatan 1 Muharram ini," tambahnya menguraikan dampak positif dari syiar keagamaan tersebut.

Dampak dari transformasi ini, diharapkan menyentuh aspek personal setiap warga. Momentum festival keagamaan tahunan ini harus diiringi dengan perubahan perilaku, yang nyata demi kemajuan daerah di masa depan.