Nama “sasirangan” berasal dari sirang (ikat), dengan motif seperti bunga, daun, atau geometris yang mencerminkan alam Kalimantan.
Pada 2015, kampung ini sudah menarik perhatian sebagai lokasi workshop, di mana warga mengajarkan teknik kepada pengunjung.
Kampung Seberang Masjid dipilih karena mayoritas penduduknya perajin, dengan proses yang masih manual menggunakan pewarna alami dari kunyit, jahe, atau kulit kayu.(wartabanjar.com/ahmad raihan)
Editor Restu







