Embarkasi Banjarmasin Layani Tambahan 1.000 Jemaah, Menteri Haji Ungkap Hasil Evaluasinya
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Embarkasi Banjarmasin dinilai mampu menjaga pelayanan jemaah tetap berjalan baik meski mendapat tambahan lebih dari 1.000 jemaah pada musim haji tahun 2026.
Peningkatan jumlah jemaah tersebut disebut tidak menimbulkan persoalan berarti selama proses keberangkatan hingga kepulangan dari Tanah Suci.
Evaluasi tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf usai meresmikan Gedung Marwah di Asrama Haji Kelas I Banjarmasin, Banjarbaru, Jumat (10/7/2026).
Menteri Irfan mengatakan, Embarkasi Banjarmasin selama ini melayani keberangkatan dan kepulangan jemaah dari Kalimantan Selatan serta Kalimantan Tengah.
“Embarkasi Banjarmasin memiliki dua daerah, dari Kalsel dan Kalteng. Alhamdulillah tahun ini ada penambahan lebih dari 1.000 jemaah,” ujarnya.
Baca Juga Mantan Walikota Banjarbaru Dipolisikan, Diduga Lakukan Penganiayaan Terhadap Paman
Baca Juga Buruh Pencari Ikan Temukan Bayi Perempuan dalam Tas Belanja di Jembatan Angsau Pelaihari Tanah Laut
Penambahan jumlah jemaah tersebut masih dapat ditangani tanpa mengganggu rangkaian pelayanan di embarkasi.
“Kalau kita melihat perjalanan keberangkatan maupun kepulangan, hampir tidak ada isu yang cukup berarti,” katanya.
Dari sisi jumlah jemaah yang wafat, kondisi tahun ini juga disebut tidak jauh berbeda dibandingkan musim haji sebelumnya.
“Bahkan dari segi kematian jemaah pun hampir sama dengan tahun lalu. Artinya, alhamdulillah Embarkasi Banjarmasin cukup bagus dalam melayani jemaah haji kita,” ungkapnya.
Menjelang penyelenggaraan haji tahun depan, kuota nasional dipastikan tetap. Namun, jumlah kuota yang akan diterima Kalimantan Selatan masih belum ditetapkan.
“Kuota nasional tetap. Kuota Kalsel saya belum tahu angkanya,” beber Menteri Irfan.
Dasar pembagian kuota bagi masing-masing daerah juga akan mengacu pada data pendaftaran jemaah.
“Sesuai dengan apa yang kita putuskan, kuotanya berbasis pada pendaftaran,” jelasnya.
Terlebih, Jemaah Kalsel yang diberangkatkan pada musim haji tahun 2026 masih berasal dari pendaftar 2012.
“Kalau 2012 belum habis, tentu sisa 2012 dan sebagian 2013. Yang jelas datanya sudah ada, tinggal kita putuskan,” katanya.
Hasil evaluasi tersebut tidak membuat upaya peningkatan pelayanan berhenti.