WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq menyoroti belum optimalnya pemanfaatan jaringan irigasi di Kalimantan Selatan, meski cakupannya disebut telah mencapai 500 ribu hektare.
Temuan tersebut disampaikan Hanif usai menghadiri Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I dan Dialog Kebangsaan MUI Kalimantan Selatan, di Grand Qin Hotel, Banjarbaru, Sabtu (14/6/2026).
Hanif mengatakan, luas jaringan irigasi yang telah dibangun seharusnya mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Kalimantan Selatan.
“Air, aliran irigasi primer dan sekunder itu sudah cakupan dari Kementerian PU mencapai 500 ribu hektare. Padahal sawah kita hanya sekitar 300 ribu hektare,” ujarnya kepada awak media.
Ia menilai, masih ada persoalan yang menyebabkan manfaat jaringan irigasi belum dirasakan secara optimal oleh petani.
“Artinya, ada saluran primer sekunder yang tidak disalurkan menjadi tersier, sehingga tidak bermanfaat. Ini yang kemudian menjadi target kita,” katanya.
Hanif mengaku, menemukan ketidaksesuaian antara infrastruktur yang tersedia dengan hasil produksi di lapangan.
Baca Juga: Dokter Juhai Lepas Jabatan Kadinkes Banjarbaru, Buntut Dugaan Penggelapan Dana?
Baca Juga: BEM Se-Kalsel di Banjarmasin Desak DPR RI Dapil Kalsel Temui Mahasiswa
“Ternyata ada yang tidak sambung. Bahwa Kementerian PU melalui badan sungainya telah membangun daerah irigasi sampai cakupan 500 ribu hektare, padahal sawah kita hanya 320 ribu hektare,” ungkapnya.







