Kemenhaj Kalsel Laporkan Satu Orang Jemaah Haji 2026 Debarkasi Banjarmasin Asal Kalteng Wafat di Tanah Suci
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Selatan (Kemenhaj Kalsel) melaporkan bahwa satu orang jemaah haji 2026 debarkasi Banjarmasin Kelompok Terbang (Kloter) BDJ 06 tak bisa dipulangkan ke Banua karena meninggal dunia di Tanah Suci.
Jemaah tersebut bernama H. Muhammad Darmawan bin M. Ali (66), asal Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah yang meninggal dunia pada Kamis (14/5/2026).
Jemaah itu sebelumnya dikabarkan sakit dan harus dirawat di RS Arab Saudi, Kota Mekkah.
"Jemaah yang bersangkutan meninggal dunia di Mekkah, sehingga tak bisa pulang bersama Kloter BDJ 06," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Eddy Khairani, usai kegiatan penyambutan jemaah Kloter BDJ 06 di Debarkasi Banjarmasin.
Sebanyak 359 jemaah Kloter BDJ 06 tiba di Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Banjarbaru, Kamis (11/6/2026) pukul 17.25 WITA dengan selamat
Kloter BDJ 06 terdiri dari jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Kapuas, Lamandau, dan Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Ia melanjutkan, awalnya ada 360 jemaah dan petugas diberangkatkan menuju Tanah Suci pada awal musim haji 1447 H/2026 M, namun kemudian yang pulang hanya 359 orang karena ada satu orang yang meninggal dunia atau tanazul tersebut.
Jemaah tersebut awalnya akan dipulangkan bersama Kloternya yaitu BDJ 04, namun karena sakit dan harus dirawat di RS, sehingga ia dijadwal pulang bersama Kloter BDJ 06, namun ternyata dibatalkan lagi karena meninggal dunia.
Menurut Eddy, dikutip dari laman Kemenhaj Kalsel, Minggu (14/6/2026), secara umum kondisi jemaah yang tiba bersama Kloter BDJ 06 cukup baik.
"Hanya beberapa jemaah yang mendapat perhatian khusus dari Tim Kesehatan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banjarmasin karena sebelumnya sempat menjalani perawatan selama berada di Arab Saudi," katanya.
Meski demikian, seluruh jemaah dapat menyelesaikan proses debarkasi dengan lancar dan kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.
"Alhamdulillah, secara umum jamaah dalam kondisi sehat. Beberapa memang memerlukan pemantauan kesehatan lanjutan, namun semuanya dapat kembali ke daerah asal dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman," ujarnya.